Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang (UM)  menyelenggarakan Kongres BEM se-Malang Raya dan Seminar dengan tema  “Analisa Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah dan Reposisi Peran  Mahasiswa dalam Menyongsong Pembangunan di Malang Raya, Sabtu  (21/11/2009) di Aula Utama Gedung A2 Universitas negeri Malang.

Kongres BEM Se- Malang Raya g diikuti sebanyak 400  peserta ini dibuka oleh Rektor UM, Prof. Dr. H. Suparno. Rektor UM,  saat menyampaikan sambutannya menyampaikan, “prinsi-prinsip dasar  pembangunan meliputi hajat hidup manusia, berkelanjutan (sustainable),  regulatif, akomodif, partisipasi, solusi masalah, berbasis potensi, dan  terencana/terprogram.”

Selanjutnya dikatakan Prof. Dr. H. Suparno, “Manusia  sebagai subjek pembangunan sebagai pelaku dan pelaksana, kunci  keberhasilan. Kualitas keberhasilannya adalah intelektual,  mental-spritual, dan moral. Sedangkan manusia sebagai objek  pembangunan. Dapat dilihat pada arah dimana manuisa beradab dan  berkehiudpan layak. Ranahnya meliputi intektual, mental-spritual,  moral. Pada keterampilan dan keahlian. Prosesnya adalah edukatif”.

Seminar ini juga menghadirkan pembicara, Walikota Malang  dengan judul makalah “Analisa Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah dan  Reposisi Peran Mahasiswa dalam Menyongsong Pembangunan di Malang Raya,  Wakil Bupati Kabupaten Malang dengan judul makalah “Kebijakan Strategis  Pemerintah Kabupaten Malang, dan Walikota Batu dengan judul makalah  “Kebijakan Strategis Pembangunan Kota Batu”. Dalam makalah Wali Kota  Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP yang diwakili oleh Bapak Syaelendra,  menjelaskan, “Di masa yang akan datang kota Malang akan menghadapi  tantangan yang lebih besar. Isu Strategis dan masalah yang mendesak  dihadapi pemerintah kota Malang ke depan tidak terlepas dari  permasalahan yang dihadapi pemerintah saat ini. Beberapa isu strategis  di kota Malang diantaranya, masih kurangnya kuantitas dan kualitas  tenaga pendidikan serta sarana dan prasarana pendidikan, masih terbatas  dan rendahnya kualitas tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana  kesehatan, tingginya tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran,  pembangunan infrastruktur untuk mengatasi banjir dan pengembangan  kawasan timur kota Malang, menurunnya kualitas lingkungan hidup, usaha  mikro kecil menengah (UMKM), koperasi dan pedagang kaki lima (PKL),  kemacetan lalu lintas dan kurangnya akses transportasi, masih kurang  optimalnya penyelenggaraan otonomi daerah, dan terbatasnya sumber  pembiayaan pembangunan.”

Selanjutnya untuk menjawab permasalahan daerah, maka  pemerintah Kota Malang menyusun program strategis, yaitu, (1)  Mewujudkan dan mengembangkan pendidikan yang berkualitas, (2)  Mewujudkan dan mengembangkan parawisata dan seni budaya, (3) Mewujudkan  pertumbuhan perekonomian kota Malang yang merata sebagai motor  penggerak pertumbuhan perekonomian kawasan dan sekitarnya, dan (4)  Mewujudkan pelayanan publik dan prima meliputi percepatan infra  struktur, pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan  kesehatan masyarakat.

Seminar Nasional dan Kongres BEM yang diselenggarakan pada  tanggal 21 dan 22 November 2009 ini dihadiri berbagai utusan BEM  se-Malang Raya dan BEM se-Indonesia dari berbagai perguruan tinggi  negeri dan swasta.


klagede, cheap viagra fast


klagede, cheap viagra fast birth, :-]]], generic viagra scheme, 856, buy viagra online consultation, =(, acheter viagra pfizer, :-))), buy viagra internet usa, 8(((,